Abses Kulit (Abses Kutaneus)

Thursday, September 10th, 2015 - Penyakit

Abses kulit (Abses Kutaneus) adalah peradangan pada kulit dengan pengumpulan nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit Abses kulit (Abses Kutaneus) dapat menyerang siapa saja baik orang dewasa, anak-anak maupung manula. Penyakit Abses kulit (Abses Kutaneus) biasanya dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan tubuhnya. Oleh karena itu penting kita dalam menjaga kebersihan tubuh agar tidak terkena penyakit Abses kulit (Abses Kutaneus) ini.

Abses Kulit (Abses Kutaneus)

Penyebab Abses Abses Kulit (Abses Kutaneus)

  1. Abses kulit bisa terjadi setelah suatu infeksi, biasanya infeksi oleh stafilokokus (paling sering Staphylococcus aureus).
  2. Abses kulit juga bisa terjadi setelah suatu luka ringan, cedera atau sebagai komplikasi dari folikulitis atau bisul.
  3. Abses kulit bisa timbul di setiap bagian tubuh dan menyerang berbagai usia.
  4. Abses kulit bisa menyumbat dan mengganggu fungsi jaringan di bawahnya.

Infeksi bisa menyebar, baik secara lokal maupun sistemik. Penyebaran infeksi melalui aliran darah bisa menyebabkan komplikasi yang berat.

Gejala Abses Kulit (Abses Kutaneus)

Akan tampak luka kulit, baik dalam bentuk luka terbuka, luka tertutup maupun benjolan. Luka ini tampak merah dan bisa mengeluarkan cairan. Terdapat pembengkakan yang keras, bila diraba terasa hangat dan nyeri. Bakteri bisa menginfeksi jaringan di sekitarnya dan menyebabkan selulitis. Bakteri juga bisa menginfeksi pembuluh dan kelenjar getah bening di sekitarnya dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.  Penderita bisa mengalami demam.

Diagnosa Penyakit Abses Kulit (Abses Kutaneus)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk membantu menentukan penyebabnya, bisa dilakukan pembiakan atau pemeriksaan cairan yang berasal dari luka di kulit.

Pengobatan Abses Kulit (Abses Kutaneus)

  • Dokter bisa mengobati abses dengan menyayatnya dan mengeluarkan nanahnya. Sebelum penyayatan dilakukan, diberikan obat bius lokal (misalnya lidokain).
  • Setalah semua nanah dibuang, luka dicuci dengan larutan garam. Kadang kantong abses yang sudah dikeringkan ditutup dengan kasa dan dibuka 24-48 jam kemudian.
  • Bila abses sudah kering sempurna, biasanya tidak diperlukan antibiotik.
  • Antibiotik diberikan bila infeksi sudah menyebar atau abses ditemukan di bagian tengah atau bagian atas wajah karena bisa menyebar ke otak.
  • Antibiotik yang bisa membunuh stafilokokus dan streptokokus adalah Nafcillin, Vancomycin, Telavancin, Cefazolin, Clindamycin, Dicloxacillin,
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole, Minocycline, Linezolid, Daptomycin, Tigecycline
  • Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan serta mengurangi peradangan dan pembengkakan.

Pencegahan Abses Kulit (Abses Kutaneus)

  • Usahakan agar kulit di sekeliling luka kecil tetap bersih dan kering.
  • Obati infeksi ringan secara tuntas.
  • Waspada akan tanda-tanda terjadinya infeksi (demam, nyeri, kemerahan, pembengkakan).

Perlu diperhatikan bila kita mangalami luka atau lecet untuk dijaga kebersihannya kemudian segera diberikan antiseptik dan jangan suka menggaruk-garuk luka agar terhindar penyakit Abses Kulit (Abses Kutaneus) ini.

Informasi terkait "Abses Kulit (Abses Kutaneus)"