Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Wednesday, September 2nd, 2015 - Penyakit

Ritme jantung abnormal (aritmia) adalah urutan dari detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau dilakukan melalaui jalur listrik abnormal pada jantung.

Gangguan jantung adalah penyebab paling umum dari irama jantung abnormal (aritmia). Kadang-kadang orang sadar irama jantungnya abnormal, tetapai kebanyakan mereka hanya merasakan konsekuensinya seperti lesu atau pingsan.

Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Diagnosis didasarkan pada elektrokardiografi. Pengobatan aritmia melibatkan pemulihan jantung ke irama normal dan mencegah episode lebih lanjut.

Jantung adalah organ berotot dengan empat kamar yang didesain untuk bekerja secara efesien, dapat diandalkan, dan terus menerus sepanjang hidup. Dinding otot tiap kamar berkontraksi dengan urutan yang tepat, mendorong darah sewaktu dicurahkan dengan energi sekecil mungkin dalam setiap detak jantung.

Kontraksi serat otot jantung dikontrol oleh pelepasan aliran listrik yang melalui jantung dengan cara yang teratur sepanjang alur yang pasti dan dengan kecepatan yang terkontrol. Penghentian irama terjadi setiap detak jantung memulai di pacemaker jantung (nodus sinoatrial), yang terletak di dinding atrium kanan. Kecepatan pelepasan dipengaruhi oleh impuls saraf dan oleh tingkat hormon yang bersirkulasi di aliran darah.

Bagian sistem saraf yang diatur detak jantung secara otomatis adalah sistem saraf otonomis, yang terdiri dari sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem simpatis mempercepat detak jantung, sistem parasimpatis memperlambatnya. Sistem simpatis menyuplai jantung melalui jaringan saraf, simpatis plexus. Sistem parasimpatis menyuplai jantung melalui saraf tunggal, saraf vagus.

Kecepatan jantung juga dipengaruhi oleh sirkulasi hormon efineprin (adrenalin) dan norefineprin (noradrenalin) sistem simpatis yang mempercepat detak jantung. Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan jantung juga. Terlalu banyak hormon tiroid detak jantung menjadi cepat, dengan kadar hormon sedikit detak jantung menjadi lambat.

Kecepatan normal jantung biasanya 60 sampai 100 detak per menit. Namun demikian, detak jantung normal lebih rendah untuk usia muda, khususnya yang mempunyai fisik fit. Kecepatan jantung yang bervariasi adalah normal. Kecepatan jantung tidak hanya merespon kegiatan olah raga dan tidak beraktivitas tetapi juga dipengaruhi oleh nyeri dan emosi. Hanya ketika kecepatan jantung tidak wajar cepatnya (takikardi) atau lambatnya (bradikardi) atau ketika impuls elektrik bergerak dalam aliran yang abnormal sehingga detak jantung diperkirakan mempunyai irama yang abnormal (aritmia). Irama abnormal mungkin teratur atau tidak teratur.

Jalur elektrik pada jantung

Pelepasan elektrik dari gerak pacemaker pertama kali melalui atrium kiri dan kanan, menyebabkan jaringan otot berkontraksi dengan berurutan dan darah disuntikan dari atrium ke ventrium. Pelepasan elektrik kemudian mencapai nodus atrioventrikular antara atrium dan ventrium. Nodus ini menunda transmisi pelepasan elektrik agar atrium berkontraksi secara penuh dan ventrium terisi darah sebanyak mungkin sepanjang diastol ventrikular, yaitu periode relaksasi ventrikular.

Setelah melalui nodus atrioventrikular, pelepasan elektrik bergerak turun ke simpul His, kelompok serat yang terbagi dalam simpul kiri untuk ventrium kiri dan simpul kanan untuk ventrium kanan. Pelepasan kemudian menyebar dengan cara yang sama ke permukaan ventrium, memulai kontraksi ventrium (sistol), sepanjang darah disuntikkan ke jantung.

Berbagai masalah dapat terjadi dengan aliran arus elektrik, menghasilkan keadaan aritmia dari keadaan aman ke keadaan yang menakutkan. Setiap tipe aritmia mempunyai penyebab masing-masing, tetapi beberapa menjadi penyebab berbagai aritmia. Aritmia minor mungkin disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, merokok, stres atau olah raga. Overaktivitas dan kurang aktivitas dari fungsi tiroid dan beberapa obat, khususnya yang digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru dan beberapa obat untuk menurunkan tekanan darah, dapat mempengaruhi kecepatan dan irama jantung. Penyebab tersering aritmia adalah penyakit jantung, khususnya penyakit arteri koroner, fungsi abnormal klep jantung, dan gagal jantung. Kadang-kadang aritmia terjadi tanpa diketahui atau hal lain penyebabnya.

Penyebab Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Penyebab aritmia paling umumadalah gangguan jantung, penyakit arteri koroner khususnya, gangguan katup jantung, dan gagal jantung. Banyak obat resep atau OTC termasuk yang digunakan untuk mengobati gangguan jantung, dapat menyebabkan aritmia. Beberapa aritmia disebebakan oelh kelaianan anatomi yang ada sejak lahir (cacat lahir bawaan). Umur berkaitan dengan perubahan dalam system listrik jantung menyebabkan aritmia lebih mudah terjadi. Kelenjar tiroid ynag terlalu aktif (hipertiroidisme), menghasilkan kadar hormone tiroid yang tinggi, dapat menyebabkan aritmia cepat. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid), menghasilkan hormone tiroid yang rendah dapat menyebabkan aritmia lambat. Terkadang tidak ada penyabab aritmia yang teridentifikasi.

Aritmia cepat (takikardi) bisa disebabkan oleh olah raga, stress emosional, konsumsi alcohol berlebih, merokok, atau menggunakan obat yang emngandung stimulant, seperti obat flu dan demam. Aritmia lambat (bradikardi) dapat disebabkan oelh nyeri, lapar, capai, gangguan pencernaan (seperti diare dan muntah), atau kembung, yangd apat merangsang saraf vagus berlebihan (dengan stimulasi yang cukup, walau jarang terjadi, saraf vagus dapat menyebabkan jantung berhenti) dalam sebagian besar keadaan, aritmia dapat selesai dengan sendirinya

Gejala Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Beberapa orang yang mengalami aritmia mungkin menyadarinya. Namun kesadaran detak jantung (palpitasi) bervariasi antara setiap orang. Beberapa orang dapat merasakan detak jantung yang normal, dan kebanyakan orang bisa merasakan detak jantung saat mereka berbaring di sisi kiri mereka.

Aritmia memilki konsekuensi yang berkisar dari tidak membahayakan hidup hingga mengancam nyawa. Keseriusan aritmia mungkin tidak terkait erat dengan keparahan gejala yang ditimbulkannya. Beberapa aritmia yang mengancam jiwa tidak ada gejalanya, dan beberapa aritmia tidak membahayakan nyawa dapat menyebabkan gejala parah. Seringkali, sifat dan keparahan dari gangguan jantung yang mendasarinya lebih penting daripada aritmia sendiri.

Ketika aritmia merusak kemampuan jantung untuk memompa darah,mereka dapat menyebabkan kelemahan, mengurangi kemampuan untuk berolahraga, sesak napas, pusing, pening dan ingsan. Pingsan terjadi ketika jantung memompa secara tidak efisien sehingga tidak lagi mempertahankan tekanan darah yang memadai. Jika terus berlanjut kematian dapat terjadi. Aritmia juga dapat memperburuk gejala gangguan jantung yang mendasarinya, termasuk nyeri dada dan sesak napas. Aritmia yang menimbulkan gejala membutuhkan perhatian segera.

Diagnosa Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Seringkali, penjelasan pasien mengenai gejala membantu dokter membuat diagnosis awal dan menentukan keparahan aritmia. Hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah apakah palpitasi cepat atau lambat, teratur atau tidak teratur. Singkat atau lama dan apakah aritmia menimbulkan gejala. Dokter juga perlu mengetahui apakah palpitasi terjadi sewaktu istirahat atau sewaktu melakukan aktivitas yang membuat stress atau tidak biasa dan apakah mulai dan berhentinya tiba-tiba atau perlahan-lahan. Namun demikian, pemeriksaan diagnostic tertentu seringkali dibutuhkan untuk menentukan secara tepat jenis aritmia dan penyebabnya.

Electrocardiography (ECG) adalah prosedur pemeriksaanutama untuk mendeteksi aritmia dan menentukan penyebabnya. Prosedur ini memberikan suatu grafik yang menggambarkan arus listrik yang dihasilkan setiap denyut jantung, biasanya, ECG merekam irama jantung hanya untuk waktu yang singkat. Karena aritmia biasanya berisfat intermiten, ECG monitor portable (Holter monitor) digunakan untuk merekam irama jantung secara terus menerus atau ketika pengguna merasakan irama jantung yang abnormal dan mengaktifkan monitor. Monitor ini biasanya dignakan 24 jam, dapat merekan secara sporadic aritmia sewaktu pasien menjalankan aktivias normalnya. Selama priode 24 jam, pasien juga terus membuat catatan mengenai gejala dan aktivitas, dimana berhubungan dengan aritmia. Untuk mendeteksi aritmia yang berbahaya yang terjadi sewaktu-waktu, dokter seringkali memasang alat perekam di bawah kulit dibawah tulang selangka (clavicle). Alatdapat ditempatkan untuk waktu yang alama. Alat ini secara elektronik mentransmisikan simpanan rekaman irama jantung yang abnormal tanpa sakit melalui kulit.

Orang yang diduga memiliki aritmia yang membahayakan jiwa biasanya dirumahsakitkan. Irama jantung mereka secara koninyu direkam dan tayangkan pada sebuah monitor televisi pada sebelah tempat tidur atau di ruang perawat. Sehingga bila ada masalah dapat diidentifikasikan secara cepat.

Prosedur pemeriksaan lainnya termasuk tes tekanan latihan (ECG) dan pengukuran tekanan darah sewaktu olah raga dan tes alectrofisiologi. Sepanjang tes alectrofisiologi kateter dengan elektroda kecil pada ujungny dimasukkan ke vena dan diteruskan hingga jantung. Elektroda digunakan untuk menstimulasi jantung, dan respon jantung dipantau, sehingga tipe aritmia dan pilihan perawatan terbaik dapat ditentukan.

Prognosis Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Sebagaian besar aritmia tidak menyebabkan gejala atau mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah. Jadi mereka biasanya menimbulkan risiko sedikit atau tidak ada, meskipun mereka dapat menyebabkan kecemasan besar jika seseorang menyadari aritmia. Namun beberapa aritmia yang tidak berbahaya, dapat memicu aritmia yang lebih serius. Setiap aritmia yang merusak kemampuan jantung untuk memompa darah secara memadai, berbahaya. Seberapa seius sebagian bergantung pada apakah aritmia berasal darialat pacu jantung alami, di atrium atau dalam ventrikel. Umumnya, aritmia yang berasal dari atrium lebih serius dibanding mereka yang berasal dari atrium, lebih serius dibandingkan yang berasala dari alat acu jantung. Namun ada banyak pengecualian.

Pengobatan Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Bagi pasien yang mengidap aritmia yang tidak berbahaya, untuk menjamin agar tidak berbahaya dengan pengobatan yang cukup. Kadangkala aritmia menjadi berkurang terjadinya atau bahkan berhenti ketika dokter mengganti obat pasien atau mengatur ulang dosisnya. Menghindari alcohol, kafein (dalam makanan dan minuman), atau merokok mungkin juga membantu. Menghindari olah raga keras dapat membantu jika debaran terjadi hanya sewaktu berolah raga.

Obat Untuk Aritmia (Irama Jantung Abnormal)

Obat antaritmia berguna untuk menekan aritmia cepat yang menyebabkan gejala yang tidak bisa ditolerir atau berisiko. Tidak ada satu obatpun yang mampu mengobati semua aritmia pad asetiap pasien. Kadang kala beberapa obat harus dicoba sampa responnya memuaskan. Efek ini disebut proaritmia. Obat antiaritmia juga menimbulkan efek samping lainnya. Kadang kala obat antiaritmia dapat memperburuk atau bahkan menyebabkan aritmia.

Informasi terkait "Aritmia (Irama Jantung Abnormal)"