Mengetahui Resiko dan Penyebaran Kanker Payudara

Sunday, November 12th, 2017 - Penyakit

Resiko dan gejala kanker payudara perlu diketahui bagi kita semua, supaya dapat ditentukan pengobatan yang efektif sejak dini sehingga kanker payudara tersebut dapat disembuhan. Pada kanker payudara belum ada cara yang memudahkan dibuatnya diagnosis dini. Ahli-ahli berpendapat bahwa untuk mencapai ini harus dilakukan pendidikan masyarakat. Untuk menemukan kanker pada waktu dini beberapa pedoman di berikan oleh haageson. Hanifa Wiknojosasto (1999) mengemukakan bahwa ada lima golongan wanita yang mempunyai predisposing factor untuk kanker payudara, dan yang perlu diperiksa dengan teratur:

  1. Wanita yang mempunyai anggota keluarga yang menderita penyakit ini.
  2. Wanita yang menderita penyakit kista dikedua payudara.
  3. Wanita yang menderita perubahan lobular pada kedua payudara
  4. Wanita yang mempunyai banyak papiloma dikedua payudara.

Faktor Resiko Dari Kanker Payudara

Para ahli kesehatan telah menentukan faktor resiko dari kanker payudara. Menurut Bobak (2004) ada beberapa faktor risiko pada pasien diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara:

  1. Riwayat pribadi tentang kanker payudara.
  2. Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu, saudara perempuan ibu, saudara, adik atau kakak.
  3. Menarke dini, risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun.
  4. Nulipara dan usia lanjut saat melahirkan anak pertama, wanita yang mempunyai anak pertama usia 30 tahun mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka pada usia 20 tahun.
  5. Menopause pada usia lanjut, menopouse setelah usia 50 tahun meningkat risiko untuk mengalami kanker payudara. Dalam perbandingan, wanita yang telah mengalami oferektomi bilateral sebelum usia 35 tahun mempunyai risiko sepertiganya.
  6. Riwayat penyakit payudara jinak. Yang mempunyai tumor payudara disertai perubaha epitel proliferative mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara ;wanita dengan hyperplasia tipikal empat kali lipat untuk mengalami penyakit ini.
  7. Pernah mengalami radiasai didaerah dada.
  8. Pernah menjalani operasi ginekologis misalnya tumor ovarium.
  9. Kontraseptif ora, wanita yang menggunakan kontraseptif oral berisiko tinggi untuk mengalami kanker patyudara.
  10. Terapi penggantian hormonal lama.
  11. Masukan alcohol, sedikit peningkatan risiko ditemukan pada wanita yang mengkonsumsi alcohol bahkan dengan hanya sekali minum dalam sehari. Risikonya dau kali lipat diantara wanita yang minum alcohol tiga kali sehari.

kanker payudara,ressiko penyebaran sel kanker,sel kanker menyebar,gambar sel kanker menyebar

Penyebaran Kanker Payudara

Penyebaran kanker payudara dapat melalui berbagai cara yaitu :

  1. Penyebaran langsung: Infiltrasi lokal ke otot dan kulit yang menutupnya secara klinis dapat dideteksi.
  2. Limfogen : Infiltrasi kesaluran limfatik kulit menyebabkan timbulnya tanda-tanda klinis berupa peau d orange. Kelenjar limfe aksilaris merupakan tempat awal penyebaran limfogen yang paling sering.
  3. Hematogen : Metastase hematogen paling sering pulmo dan tulang selain itu hepar, adrenal, dan otak yang sering terkena. Pleura pada sisi yang sama dengan tempat kanker payudara dapat merupakan tempat metastasis dan menyebabkan terjadinya efusi yaitu prises masuknya cairan dalam pleura.

Infiltrasi estnsif kesumsum tulang dapat menyebabkan anemi leukoritroblastik. Destruksi tulang menyebabkan hiperkalsemia disertai komplikasi ginjal (Under Wood, 1999)

Komplikasi Pada Kanker Payudara

Potensial komplikasinya dapat mencakup sebagai berikut: limfedema terjadi jika saluran limfe untuk menjamin aliran balik limfe bersirkulasi umum tidak berfungsi dengan kuat. Jika nodus aksilaris dan system limfe diangkat maka system kolater dan auksilaris harus mengambil alih fungsi mereka. Linfedema biasanya dapat dicegah dengan meninggikan setiap sendi lebih tinggi dari sendi yang lebih proksimal. Jika terjadi limfedema keluasan biasanya berhubungan dengan jumlah saluran limfatik kolateral yang diangkat selama pembedahan pada kanker payudara (Suzanne C, Smeltzeer, 2001)

Informasi terkait "Mengetahui Resiko dan Penyebaran Kanker Payudara"