Penyakit Campak

Monday, November 13th, 2017 - Kesehatan Anak, Penyakit

Campak merupakan penyakit yang sering menyerang anak terutama pada saat balita. Pada saat terserang penyakit campak anak akan mengalami demam, oleh karena itu diperlukan obat penurun panas untuk anak yang terserang campak tersebut. Campak (Rubeola, Campak 9 hari) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.

Penyakit Campak

Campak Merupakan Penyakit Menular

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab Penyakit Campak

Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:

  • bayi berumur lebih dari 1 tahun
  • bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
  • remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala Penyakit Campak Pada Anak

Pada penderita penyakit campak gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa :

  • nyeri tenggorokan
  • hidung meler
  • batuk
  • nyeri otot
  • demam
  • mata merah
  • fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40? Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Komplikasi Penyakit Campak Pada Anak

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius.  Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

  1. Infeksi bakteri
    – Pneumonia
    – Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa Penyakit Campak

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas. Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:

  • pemeriksaan darah
  • pembiakan virus
  • serologi campak.

Pengobatan Penyakit Campak

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan Acetaminophen atau Ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

Pencegahan Untuk Penyakit Campak

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun agar tidak terserang penyakit campak karena campak merupakan penyakit menular.

Informasi terkait "Penyakit Campak"