Penyebab Penyakit Batuk Dan Gejala Batuk

Thursday, November 16th, 2017 - Penyakit

Penyakit batuk dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Penyakit batuk sendiri dapat dikategorikan dalam beberapa jennis, diantaranya batuk akut dan batuk akut. Batuk adalah sebuah tindakan dari tubuh untuk mengeluarkan zat-zat yang mengiritasi saluran pernafasan, yaitu saluran yang mengalirkan udara dari hidung & mulut kedalam paru-paru. Batuk terjadi ketika sel-sel di saluran udara teriritasi sehingga memicu suatu reaksi. Akibatnya udara didalam paru-paru dipaksa keluar akibat tekanan yang tinggi. Batuk dapat terjadi secara sukarela (ketika seseorang memilih untuk batuk) atau bisa juga tidak dengan sukarela (ketika tubuh bereaksi sendiri).

Penyakit Batuk

Penyebab Penyakit Batuk

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan batuk. Dimana dokter biasanya akan mengklasifikasikan batuk menjadi 2 kategori : batuk akut & batuk kronis. Batuk yang akut adalah batuk yang telah terjadi selama < 3 minggu, sedangkan batuk kronik adalah batuk yang telah terjadi selama > 3 minggu.

1. Batuk Akut

Penyebab batuk yang akut dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Penyebab batuk karena infeksi : infeksi saluran pernafasan atas (flu biasa), infeksi sinus, bronkitis akut, penumonia & batuk rejan.
  • Penyebab batuk bukan karena infeksi : bronkitis kronik, emfisema, asma & alergi lingkungan

2. Batuk Kronis

Cara termudah untuk menyederhanakan penyebab dari batuk kronis adalah dengan memilahnya berdasarkan kaitannya dengan paru-paru. Sehingga penyebab dari batuk kronis dapat dibagi menjadi :

Bahan iritan dari lingkungan

Setiap zat / bahan yang dapat mengiritasi saluran udara atau paru-paru dapat menyebabkan terjadinya batuk kronik karena terekspos secara terus menerus. Asap rokok merupakan penyebab umum dari batuk kronis, penyebab lainnya adalah debu, serbuk sari, serpihan kulit binatang peliharaan, bahan kimia tertentu & tingkat kelembapan udara.

Kondisi paru-paru

Kondisi didalam paru-paru juga dapat menjadi penyebab terjadinya batuk kronis. Penyebab yang umum terjadi adalah : asma, emfisema & bronkitis kronis. Penyebab lain yang jarang terjadi adalah : kanker, sarcoidosis, penyakit pada jaringan paru-paru & gagal jantung kongestif dengan adanya cairan di dalam paru-paru.

Kondisi di saluran udara yang mengalirkan udara dari paru-paru keluar tubuh

Saluran yang menghubungkan paru-paru dengan lingkungan luar dikenal juga sebagai saluran pernafasan bagian atas. Infeksi sinus kronik, pilek terus menerus, penyakit pada telinga bagian luar, infeksi pada tenggorokan & penggunaan obat penghambat ACE untuk penderita tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya batuk kronis.

Kondisi didalam rongga dada tetapi diluar paru-paru

Selain adanya gangguan di paru-paru & di saluran pernafasan, maka adanya gangguan / penyakit lain di dalam rongga dada juga dapat menyebabkan terjadinya batuk kronis. Kondisi didalam rongga dada yang dapat menyebabkan terjadinya batuk kronis adalah : kanker, pertumbuhan kelenjar getah bening yang tidak biasa & pembesaran yang tidak normal dari aorta, yaitu pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung.

Masalah pada sistem pencernaan

Seringkali penyebab dari terjadinya batuk kronis adalah gastroesophageal reflux (GERD). GERD terjadi ketika asam dari lambung naik ke dalam esophagus (kerongkongan). Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kerongkongan & pangkal tenggorokan, sehingga timbul reaksi batuk.

Gejala Penyakit Batuk

Yang membedakan penyebab dari batuk adalah tanda & gejala yang ditimbulkan. Faktor lain yang juga penting untuk menentukan penyebab dari batuk adalah apakah batuk tersebut batuk akut atau batuk yang kronis.

1. Tanda & gejala batuk akut

  • Tanda & gejala batuk karena penyakit infeksi :
    Demam, menggigil, sakit pada tubuh, sakit pada tenggorokan, mual, muntah, sakit kepala, adanya tekanan pada daerah sinus, pilek, berkeringat saat malam & hidung meler. Dahak atau lendir dapat menjadi tanda terjadinya infeksi, tetapi hal tersebut juga dapat ada pada batuk yang non infeksi.
  • Tanda & gejala batuk karena penyakit non infeksi :
    Batuk hanya terjadi jika orang tersebut terkena bahan iritan (zat yang menimbulkan iritasi) dar lingkungan sekitarnya, batuk dengan nafas berbunyi (mengi), batuk yang semakin bertambah parah bila berada di lokasi tertentu atau melakukan aktifitas tertentu atau batuk yang membaik bila diberikan obat alergi atau pelonggar pernafasan.

2. Tanda & gejala batuk kronis

Tanda & gejala batuk yang kronis lebih sulit untuk dinilai oleh dokter karena banyak penyebab dari batuk kronis mempunyai tanda & gejala yang tumpang tindih. Tanda & gejalanya sendiri adalah :

  • Jika batuk berkaitan dengan bahan iritan yang ada di lingkungan, maka batuk akan semakin memburuk bila bersentuhan dengan bahan tersebut. Bila orang tersebut mempunyai alergi, maka batuk akan membaik bila diberikan obat anti alergi. Bila batuk tersebut karena paparan asap rokok, maka akan membaik bila berhenti merokok & akan memburuk bila meningkat kuantitas merokoknya.
  • Bila orangt erbeut mempunyai penyakit paru yang kronis seperti asma, emfisema atau bronkitis kronik, maka dia bisa mengalami batuk yang terus-menerus atau batuk yang memburuk bila berada di tempat tertentu atau melakukan aktifitas tertentu. Batuk yang terjadi bisa dengan atau tanpa dahak & sering membaik bila diberikan pelega pernafasan atau steroid secara oral atau obat pelega pernfasan lainnya.
  • Bila batuk terjadi akrena infeksi sinus yang kronis, pilek kronis atau hidung meler terus-menerus, maka orang tersebut akan mempunyai tanda & gejala yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Biasanya batuk juga akan memburuk bila masalahnya tersebut memburuk & biasanya batuk juga akan membaik bila penyebab masalahnya tersebut telah ditangani.
  • Bila batuk disebabkan karena pemberian obat tertentu, seperti obat penghambat ACE, maka batuk seringkali terjadi setelah pemberian obat dimulai, meskipun bisa terjadi kapan saja selama pemberian obat dilakukan. Batuk yang terjadi biasanya kering & akan membaik bila obat dihentikan pemberiannya.
  • Batuk yang berkaitan dengan GERD sering dikaitkan dengan sensasi rasa panas di dada (heartburn). Batuk jenis ini akan memburuk pada siang hari atau pada saat berbaring dengan posisi telentang. Lebih jauh lagi, ada beberapa orang yang mengalami batuk karena GERD tidak merasakan gejala naiknya asam lambung, tetapi kebanyakan orang akan melaporkan adanya perbaikan pada kondisi batuknya bilapenyakit  GERD mereka ditangani dengan baik.
  • Jika batuk merupakan tanda awal dari adanya sel kanker, maka orang tersbeut bisa memiliki kumpulan gejala-gejala. Jika kanker paru-paru atau kanker pada saluran pernafasan, maka orang tersebut dapat mengalami batuk darah. Tanda & gejala  lain yang dapat mengindikasikan adanya sel kanker adalah : kelelahan yang semakin memburuk, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya atau berkurangnya kemampuan untuk menelan makanan yang padat ataupun cair.

Diagnosa Pada penyakit Batuk

Diagnosa dari batuk sebagian besar dilandasi dari informasi yang diberikan oleh pasien. Informasi yang penting diberikan untuk membantu membuat diagnosa adalah sudah berapa lama batuk terjadi, tanda & gejala yang berkaitan, aktifitas atau lokasi tertentu yang membuat batuk memburuk / menjadi lebih baik, hubungan antara terjadinya batuk dengan waktu kapan terjadinya, riwayat kesehatan sebelumnya serta pengobatan dirumah yang pernah dilakukan sebelumnya.

  • Pada batuk yang akut, dokter akan dapat membuat diagnosa hanya dengan melakukan interview pada pasien & melakukan pemeriksaan fisik. Bila pasien mengalami batuk yang akut, pemeriksaan dengan sinar-X biasanya tidak perlu dilakukan untuk mendapatkan penegakan diagnosa. Orang tua, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misal karena kanker, diabetes atau AIDS) & orang dengan suara paru-paru yang abnormal saat pemeriksaan dapat mengambil manfaat dari pemeriksaan sinar-X untuk mengetahui apakah mengalami pneumonia atau tidak.
  • Pada batuk yang kronis, dokter seringkali mengandalkan interview pasien & pemeriksaan fisik untuk dapat membantu menentukan tes lain yang diperlukan, supaya penegakan diagnosa dapat dilakukan. Banyak orang menlakukan pemeriksaan sinar-X untuk dapat mengetahui penyebabnya. Selain itu, pemeriksaan lain juga dapat disarankan oleh dokter berdasarkan hasil interview & pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan atas permintaan dokter umum & beberapa lainnya memerlukan rujukan dari dokter spesialis. Dokter spesialis yang dipilih tergantung dari dugaan penyebab terjadinya batuk.

Sangat penting bagi pasien untuk menjadi partisipan yang aktif dalam pemeliharaan kesehatannya & melakukan diskusi dengan dokter untuk mengetahui tujuan dari setiap pemeriksaan yang dilakukan serta arti dari hasil yang didapat dalam diagnosa penyakit batuk tersebut.

Informasi terkait "Penyebab Penyakit Batuk Dan Gejala Batuk"