Penyebab Sakit Gigi Dan Jenis Sakit Gigi

Monday, August 4th, 2014 - Penyakit

Penyebab sakit gigi ada beberapa hal, ada yang disebabkan oleh kuman dan di sebabkan oleh kondisi gigi yang tidak sehat. “Sakit gigi” yang disebabkan oleh kuman atau bakteri pada umumnya dikarenakan kurang terjaganya kebersihan gigi. Sedangkan sakit gigi yang disebabkan oleh selain kuman atau bakteri pada umumnya dikarenakan fisik gigi yang kurang sehat seperti gigi keropos, gigi sensitif dan gigi yang terdesak oleh gigi yang lain.

Penyebab Sakit Gigi Kambuhan,sakit gigi,penyebab umum sakit gigi,gejala sakit gigi,mencegah sakit gigi

Penyebab Sakit Gigi Kambuhan

Penyebab sakit gigi kambuhan atau sering kambuh lagi dikarenakan pada saat pengobatan sakit gigi tersebut tidak tuntas, sehingga sakit gigi sering dialami kembali atau kambuhan. Mengobati sakit gigi harus sampi ke akarnya sehingga tidak menyebabkan sakit yang terus menerus.

Penyebab Sakit Gigi Berlubang

Penyebab sakit gigi berlubang bisa diakibatkan oleh bakteri maupun gigi yang keropos. Kondisi tersebut akan menjadi penyebab gigi berlubang dan meneyabkan sakit gigipada gigi berlubang. Kerusakan gigi sampai berlubang ini merupakan penyebab sakit gigi yang paling utama, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Gigi berlubang bisa terjadi karena bakteri yang hidup di mulut berkembang biak dan mengolah zat gula dan zat tepung dalam sisa makanan. Bakteri ini membentuk plak lengket yang menempel di permukaan gigi. Hasil olahan bakteri merupakan zat asam yang dapat merusak struktur keras gigi, yaitu lapisan putih di bagian luar gigi (enamel) hingga akhirnya gigi menjadi berlubang

Penyebab Sakit Gigi Geraham

Penyebab sakit gigi geraham sering diakibatkan adanya bakteri atau kuman dari penimbunan makanan pada celah gigi setelah makan yang tidak dibersihkan. Kerusakan pada gigi (Gigi Berlubang, tinggal sisa akar). Kerusakan gigi ini merupakan penyebab sakit gigi yang paling utama, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Gigi berlubang bisa terjadi karena bakteri yang hidup di mulut berkembang biak dan mengolah zat gula dan zat tepung dalam sisa makanan. Bakteri ini membentuk plak lengket yang menempel di permukaan gigi. Hasil olahan bakteri merupakan zat asam yang dapat merusak struktur keras gigi, yaitu lapisan putih di bagian luar gigi (enamel) hingga akhirnya gigi menjadi berlubang. Kondisi ini sering terjadi karena gigi geraham berfungsi sebagai gigi pengunyah sehingga perlu dijaga kebersihannya.

Penyebab Sakit Gigi Setelah Dicabut

Sakit gigi yang terjadi setelah proses pencabutan gigi pada umumnya dikarenakan kita mengalami kondisi dry socket atau osteitis alveolar. Keadaan tersebut ditandai dengan rasa nyeri makin hebat dan tidak menghilang setelah beberapa hari. Dry socket dapat terjadi pada sekitar 2-5% setelah pencabutan gigi. Namun kemungkinannya dapat lebih besar pasca pencabutan gigi rahang bawah yang paling belakang. Socket atau lubang pada tulang, akan ditutupi oleh bekuan darah setelah gigi dicabut. Bekuan darah ini membantu untuk melindungi tulang dan saraf yang berada di bawahnya dari paparan udara, makanan, dan minuman yang masuk ke mulut. Dengan demikian, jaringan yang tertinggal setelah pencabutan gigi akan memiliki waktu untuk sembuh.

Beberpa Hal Yang Harus Diperhatikan Setelah Cabut Gigi

Untuk menghindari terjadinya rasa sakit pada gigi dan mempercepat proses penyembuhan setelah proses pencabutan gigi ada beberapa hal yang hasrus diperhatikan sebagai berikut :

  • Setelah pencabutan gigi, akan terbentuk gumpalan darah di lubang bekas gigi. Oleh karena itu diinstruksikan untuk tidak terlalu banyak berkumur, dan mengisap daerah bekas pencabutan untuk mencegah terjadinya pemecahan bekuan darah yang telah terbentuk.
  • Hindari merokok karena merokok dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga dapat memperlambat penyembuhan.
  • Hindari menyikat gigi segera pasca pencabutan, kebersihan daerah operasi dapat dijaga dengan sesekali berkumur menggunakan air hangat bergaram (1 sendok teh garam untuk 1 gelas air), berkumurlah dengan hati-hati/tanpa tekanan karena tekanan dapat menyebabkan lubang bekas operasi terbuka lagi dan terjadi pendarahan. Setelah 24 jam boleh menyikat gigi namun tanpa tekanan disekitar area yang dicabut.
  • Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik, minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila sakit mereda.
  • Konsumsi Makanan dan minuman yang bergizi karena makanan dan minuman yang sehat sangat penting untuk proses penyembuhan. Hindari minuman bersoda karena busanya diperkirakan dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi.
  • Jika terjadi pembengkakan pada pipi, sebaiknya dikompres dengan air (suhu normal). Jika tidak ada pembengkakan, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk menstimulasi peredaran darah dan dapat mempercepat penyembuhan.
  • Biarkan kasa pada daerah bekas pencabutan gigi setidaknya setengah jam setelah pencabutan gigi.
  • Jangan berkendara, kurangi aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Penyebab Sakit Gigi Dan Gusi Bengkak

Penyebab sakit gigi dan gusi bengkak pada umumnya dikarenakan terjadi peradangan atau inflamasi sehingga berwarna lebih merah dari sekitarnya (gusi yang sehat), gusi jadi menonjol, terkadang terlihat kekuningan diujungnya sebagai tanda adanya nanah. Gusi bengkak menjadi sensitif dan biasanya terasa sangat sakit bahkan terasa berdenyut seperti mau meledak. Tak jarang pula gusi bengkak mudah berdarah ketika menggosok gigi. Adapula yang bengkaknya sampai pipi wajah, terlihat wajahnhya jadi tidak simetris.

Kondisi gusi yang bengkak ini disebabkan oleh :

  • Gingivitis atau radang gusi adalah penyebab tersering gusi bengkak. Gingivitis merupakan penyakit gusi yang menyebabkan gusi menjadi iritasi dan kemudian bengkak. Banyak orang mengalami gingivitis dan tidak menyadarinya karena gejalanya bisa sangat ringan. Namun, jika dibiarkan atau tidak diobati, gusi bengkak akibat gingivitis tersebut akhirnya dapat menyebabkan hilangnya gigi.
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C, dapat menyebabkan gusi bengkak. Vitamin C, misalnya, memainkan peran penting dalam pemeliharaan dan perbaikan gigi dan gusi. Jika kadar vitamin C Anda turun terlalu rendah, Anda bisa mengembangkan penyakit scurvy. Scurvy dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi.
  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus berpotensi menyebabkan gusi bengkak. Jika Anda memiliki herpes (virus), bisa menyebabkan kondisi yang disebut “herpes akut gingivostomatitis”, yang juga menyebabkan gusi bengkak. Oral Thrush, yang merupakan hasil dari pertumbuhan berlebihan jamur alami di dalam mulut (jamur candida), juga dapat menyebabkan gusi bengkak.

Penyebab sakit gigi yang telah diuarikan diatas merupakan penyebab umum dari sakit gigi yang sering dialami. Oleh karena itu kita perlu mengetahui beberapa hal yang menyebabkan sakit gigi tersebut agar kita dapat mencegah dari sakit gigi. Pola hidup dan disiplin dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi adalah hal yang sering menjadi penyebab sakit gigi.

Informasi terkait "Penyebab Sakit Gigi Dan Jenis Sakit Gigi"