Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Saturday, December 6th, 2014 - Penyakit

Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) sering terjadi pada setiap orang baik perempuan maupun laki-laki. Pada umumnya orang yang mengalami tekanan darah rendah tersebut akan mudah merasakan pusing dan lemah. Tekanan darah rendah terjadi karena volume darah dalam tubuh penderita tekanan darah rendah kurang. Oleh karena itu penderita tekanan darah rendah dianjurkan untuk memperbaiki kualitas makan dengan makan makanan yang bergizi.

Definisi Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Hipotensi (tekanan darah rendah) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmHg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pusing dan pingsan.

Mempertahankan tekanan pada saat darah meninggalkan jantung dan beredar ke seluruh tubuh sangat penting. Tekanan harus cukup tinggi untuk mengantarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh sel di tubuh dan membuang limbah yang dihasilkan. Jika tekanan terlalu tinggi, bisa merobek pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak (stroke hemoragik) atau komplikasi lainnya. Jka tekanan terlalu rendah, darah tidak dapat memberikan oksigen dan zat makanan yang cukup untuk sel dan tidak dapat membuang limbah yang dihasilkan sebagaimana mestinya.

tes tekanan darah rendah,mengukur tekanan darah,mengobati tekanan darah rendah

Mekanisme Kompensasi Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Terdapat 3 faktor yang membantu menentukan tekanan darah:

  1. Jumlah darah yang dipompa dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Banyaknya darah yang dipompa mungkin berkurang jika irama jantung melambat atau kontraksinya melemah, seperti yang bisa terjadi setelah suatu serangan jantung (infark miokardium). Denyut jantung yang sangat cepat, yang bisa mengurangi efisiensi pompa jantung, juga bisa mengurangi curah jantung.
  2. Volume darah di dalam pembuluh darah. Semakin banyak darah berada di dalam sirkulasi, semakin tinggi tekanan darah. Kehilangan darah karena dehidrasi atau perdarahan bisa mengurangi volume darah dan menurunkan tekanan darah.
  3. Kapasitas pembuluh darah. Semakin kecil kapasitas pembuluh jantung, semakin tinggi tekanan darah. Pelebaran (dilatasi) pembuluh darah menyebabkan menurunnya tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah menyebabkan tekanan darah meningkat.

Sistem sensor, terutama yang berada di leher dan dada, memantau tekanan darah secara konstan. Jika ditemukan perubahan yang disebabkan oleh salah satu dari ketiga faktor diatas, sistem sensor akan memicu suatu perubahan pada salah satu faktor untuk mengkompensasi sehingga tekanan darah yang stabil dapat dipertahankan.

Saraf membawa sinyal dari sistem sensor tersebut dan dari pusat otak ke beberapa organ penting:

  • Jantung, untuk merubah kecepatan dan kekuatan denyut jantung (merubah jumlah darah yang dipompa)
  • Ginjal, untuk mengatur pengeluaran air (merubah volume darah dalam sirkulasi)
  • Pembuluh darah, untuk menyebabkan konstriksi/pengkerutan atau dilatasi/pelebaran (merubah kapasitas pembuluh darah).

Oleh karena itu, jika pembuluh darah melebar (yang cenderung akan menurunkan tekanan darah), sistem sensor dengan segera mengirimkan sinyal melaui otak dan menuju ke jantung untuk meningkatkan denyut jantung, sehingga curahan darah dari jantung meningkat dan terjadi perubahan tekanan darah.

Tekanan darah rendah juga bisa merupakan akibat dari kelainan fungsi di dalam mekanisme yang mempertahankan tekanan darah. Contohnya jika kemampuan saraf untuk menghantarkan sinyal terganggu karena berbagai penyakit, maka mekanisme kompensasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Penyebab Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Perubahan Dalam Mekanisme Kompensasi

Penyebab

Curah jantung berkurang
  • Irama jantung abnormal
  • Kerusakan, hilangnya atau kelainan fungsi otot jantung
  • Penyakit katup jantung
  • Emboli pulmoner
Volume darah berkurang
  • Perdarahan hebat
  • Diare
  • Keringat berlebihan
  • Berkemih berlebihan
Meningkatnya kapasitas pembuluh darah
  • Syok septik
  • Pemaparan oleh panas
  • Diare
  • Obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE)

Gejala Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Penderita biasanya akan merasakan pusing atau pingsan.

Diagnosa Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan tekanan darah. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

  • Pemeriksaan darah
  • Biakan darah
  • EKG
  • Analisa air kemih
  • Rontgen perut
  • Rontgen dada.

Pengobatan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Berikut obat yang dapat digunakan untuk penyakit ini :

Kategori Obat

Subkategori Obat

Nama Generik Obat

Obat Penawar Racun dan Detoksifikasi Obat Penawar Racun dan Detoksifikasi Atropine
Obat Jantung, Pembuluh Darah dan Darah Vasokonstriktor Midodrine
Obat Vasodilator Perifer & Aktivator Serebral Citicoline

Pencegahan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tergantung pada penyebab tekanan darah rendah, Anda mungkin dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk membantu mengurangi atau bahkan mencegah gejala. Beberapa saran meliputi:

  1. Minum lebih banyak air, kurang alkohol. Alkohol adalah menyebabkan dehidrasi dan dapat menurunkan tekanan darah, bahkan jika Anda minum berlebihan. Air, di sisi lain, memerangi dehidrasi dan meningkatkan volume darah.
  2. Ikuti pola makan yang sehat. Dapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan untuk kesehatan yang baik dengan berfokus pada berbagai makanan, termasuk biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan daging ayam dan ikan. Jika dokter Anda menyarankan meningkatkan asupan natrium Anda tetapi Anda tidak suka banyak garam pada makanan Anda, coba gunakan kecap alami – suatu setara 1.200 miligram natrium per sendok makan – atau menambah campuran sup kering, juga sarat dengan natrium.
  3. Bergerak perlahan ketika mengubah posisi tubuh. Anda mungkin dapat mengurangi rasa pusing dan pening yang terjadi dengan tekanan darah rendah pada waktu berdiri dengan bergerak perlahan ketika Anda pindah dari tidur ke posisi berdiri. Sebelum turun dari tempat tidur di pagi hari, bernapas dalam-dalam selama beberapa menit dan kemudian pelan-pelan duduk sebelum berdiri. Tidur dengan kepala tempat tidur Anda sedikit lebih tinggi juga dapat membantu memerangi efek gravitasi. Jika Anda mulai mendapatkan gejala sambil berdiri, silangkan paha dalam mode gunting dan remas, atau letakkan satu kaki di atas pinggir meja atau kursi dan bersandar ke depan sejauh mungkin. Manuver ini mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung Anda.
  4. Makan sedikit, makanan dengan karbohidrat rendah. Untuk membantu mencegah tekanan darah menurun tajam setelah makan, makan porsi kecil beberapa kali sehari dan batasi makanan karbohidrat tinggi seperti kentang, nasi, pasta dan roti. Minum kopi atau teh berkafein dengan makanan mungkin untuk sementara waktu meningkatkan tekanan darah, dalam beberapa kasus sebanyak 3-14 milimeter air raksa (mm Hg). Tapi karena kafein dapat menyebabkan masalah lain, tanyakan kepada dokter Anda sebelum meningkatkan asupan kafein Anda.

Dengan pola makan yang sehat dan asupan gizi yang cukup setiap hari maka terjadinya tekanan darah rendah dapat kita hindari. Istirahat yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan menghindari terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi).

Informasi terkait "Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)"